Rita Masih Berpeluang Bebas Dari Hukum Pancung

PONOROGO-Peluang pembebasan Rita Krisdianti, TKI asal Ponorogo, Jawa Timur, yang terancam hukuman pancung karena diduga membawa narkoba jenis sabu sabu seberat 4 Kg di Penang, Malaysia, masih terbuka.

Pihak Kemenlu RI juga tidak diam untuk melakukan upaya pembebasan. “Yang pasti kami dari Kemenlu baik KJRI beserta pengacara dan instansi terkait di Indosnesai akan berjuang untuk mengajukan banding terhadap putusan hakim. Kita akan mencari saksi kunci, kita sudah menunjuk pengacara untuk mengatasi kasus ini, “ ujar Abun Bunyamin, Kasi Repatriasi Kemenlu RI saat hadir dikediaman orang tua Rita, di Ponorogo.

Kehadiran staf Kemenlu ke kediaman orang tua Rita, guna memberi dukungan moril pada pihak keluarga. Abun didampingi anggota dewan setempat.

Kedatangan perwakilan Kemenlu dan anggota DPRD Kabupaten Ponorogo disambut tangis histeris Poniati, ibu Rita Krisdianti yang tinggal di Desa Gabel, Kecamatan Kauman. Poniati bahkan, tak henti-hentinya menangis sambil memeluk perwakilan Kemenlu.

Menurut Abun, persidangan saat ini, masih di Mahkamah Tingkat Tinggi di Penang atau tingkat pertama. Sementara Indonesia, masih punya peluang di Mahkamah Rayuan dan Mahkamah Banding atau Persekutuan untuk upaya pembebasan Rita Krisdianti.

Pihak Kementrian Luar Negeri juga terus berupaya keras dalam pembebasan Rita. Termasuk jika dalam Mahkamah Persekutuan tidak membuahkan hasil, pemerintah RI akan mengajukan permohonan ampun kepada Sultan.

Rita Krisdianti merupakan TKW asal Ponorogo, yang ditangkap petugas bea cukai Bandara Penang Malaysia tanggal 10 Juli 2013 lalu. Rita ditangkap karena kedapatan membawa 4 kilogram sabu-sabu.(dir/elpos)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *