Jantungan, Wakil Rakyat Meninggal Saat Kunker di Bali - Lawupos Santun dan Bermartabat - Lawupos Santun dan Bermartabat Jantungan, Wakil Rakyat Meninggal Saat Kunker di Bali - Lawupos Santun dan Bermartabat

Jantungan, Wakil Rakyat Meninggal Saat Kunker di Bali

Oleh on 2 July 2012  Dilihat sebanyak : 403 Kali

Foto almarhum (lawupos)

PONOROGO-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ponorogo, Ekhwanudin Hariarso dari Partai Amanat Nasional (PAN) meninggal saat melakukan kunjungan kerja (kunker). Sekretaris Komisi A DPRD Ponorogo ini mengalami serangan jantung sesaat setelah pesawat yang ditumpanginya mendarat di Bandara Ngurah Rai, Bali, Senin (2/7) pagi.

Ketua DPRD Kabupaten Ponorogo Agus Widodo menyatakan Ekhwanudin sedianya melakukan konsultasi soal pelayanan dan perijinan serta pengelolaan pajak hiburan di Kabupaten Tabanan, Bali. Kunker ini sebagai upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Ponorogo dari sisi penataan retribusi atas tempat hiburan yang ada.

Menurut jadwal, melakukan kunker sampai Rabu (4/7) besok,. almarhum berangkat Senin dinihari melalui jalur darat sampai Bandara Juanda, Surabaya. Perjalanan dilanjutkan penerbangan pagi langsung ke Bali. Rencananya, rombongan terdiri dari 12 orang anggota DPRD Kabupaten Ponorogo dari Komisi A dan Komisi D ini langsung menuju Pemkab Tabanan.

“Saat sampai di bandara di Bali, beliau anfal. Saat itu juga langsung dilarikan ke rumah sakit namun tidak tertolong,” ungkap Ketua DPRD Kabupaten Ponorogo Agus Widodo. Kematian Ekhwanudin  tiba-tiba mengejutkan kolega dan keluarganya. Meski mereka telah mengetahui almarhum menderita penyakit jantung koroner satu tahun terakhir.

Gilang, adik bungsu Ekhwanudin mengaku seluruh keluarga sangat terpukul oleh kematian kakaknya ini. Sebab, selama satu tahun terakhir, kakak yang berperan sebagai orang tuan sejak ayah mereka 2007 lalu, telah berusaha keras melawan penyakitnya.

“Maret 2011 silam kakak saya itu anfal dan sempat dilarikan ke rumah sakit. Dokter yang menangani menyatakan kalau serangan jantungnya sangat hebat dan dokter itu menyatakan sebagai mukjizat ketika kakak saya ternyata masih bertahan hidup kala itu,” ujarnya.

Ekhwanudin Hariarso yang terpilih sebagai anggota dewan pada pilleg 2009 lalu meninggalkan seorang istri Diah Andariningtyas (36) dan tiga orang putera. Mereka adalah Fatkikutsa Hardiansyah (14), Farah Nikmaturohmania (12) dan Bagas Azka Ramadhani (6). (gus uki/elpos)

About lawupos

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>