Beredar SIM Palsu Seharga Rp 600 Ribu

MADIUN-Polisi Resor Madiun, Jawa Timur, berhasil membongkar jaringan pembuat surat izin mengemudi palsu. Seorang pelaku di antaranya, oknum perangkat desa di Ngawi.

Keempat anggota sindikat pemalsuan SIM, antar propinsi yang berhasil ditangkap Polisi Resor Madiun adalah Pri, Su, EL, ketiganya warga Ngawi, dan AS, warga Pati, Jawa Tengah. Selain menangkap ke 4 pelaku, polisi juga mengamankan seperangkat komputer beserta printer, dan beberapa lembar kertas bahan sim.

Terungkapnya sindikat pemalsuan sim ini, berawal dari penangkapan Pri yang ketika itu terkena razia kendaraan bermotor di jalur ngawi menuju caruban. Tepatnya di Desa Purworejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun.

AKBP Sumaryono, Kapolres Madiun, membenarkan penangkapan ini. Menurutnya, Polres Madiun berhasil mengungkap jaringan sim palsu, bermula saat dilakukan rasia, ditemukan pengemudi dum truk menggunakan SIM palsu. “Dari dikembangkan dan didapatkan sindikat pemalsu sim yang beroperasi dari Pati Jawa Tengah. Salah satunya perangkat desa di Ngawi. Menurut tersangka, mereka belajar membuat sim dari internet, memang sim plasu dan asli hampir mirip sekali,” ujarnya.

Disebutkan, dalam melakukan aksinya, pemohon SIM diminta membayar 600 ribu rupiah kepada pelaku. Sementara sampai saat ini, sindikat ini mengaku baru mengeluarkan 8 buah sim. Mereka belajar membuat sim dari internet.(gus dir/elpos)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *