Bambang: Mesin Porang Sesuai Spesifikasi - Lawupos Santun dan Bermartabat - Lawupos Santun dan Bermartabat Bambang: Mesin Porang Sesuai Spesifikasi - Lawupos Santun dan Bermartabat

Bambang: Mesin Porang Sesuai Spesifikasi

Oleh on 31 January 2012  Dilihat sebanyak : 305 Kali

Ilustrasi porang (ist)

MADIUN-Kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan dan Pariwisata (dulu bernama Disperindag) Kabupaten Madiun, terus menggelinding.

Mantan Pelaksana Tugas (Plt) Disperindag, Bambang Hermanto  mengatakan, pada saat dirinya menjabat Plt selama Oktober РDesember 2008, memang pernah melakukan lelang pengadaan alat pencetak batu bata, mesin pemotong porang serta pencetak gula merah. Namun pada saat dirinya menjabat Plt, nilai yang dilelang cuma Rp.420 juta. Dalam lelang tersebut, dimenangkan oleh Daryono (kini tersangka), dengan nilai penawaran Rp.416 juta.

“Mesin itu merupakan teknologi tepat guna yang tidak ada di pasaran. Karena itu, oleh pemenang lelang, kemudian mesin tersebut dipesankan ke Pusat Penelitian Kopi dan Kakau (Puslit Koka) di Jember. Karena hanya Puslit Koka mampu membuat mesin itu di wilayah Jawa Timur,” ujarnya, Selasa (31/1).

Lebih lanjut mantan Assisten Perekonomian Pemkab Madiun ini menjelaskan, saat barang didatangkan, semua sudah di cek oleh bagian tim pemeriksa barang Disperindag. Karena tim pemeriksa barang sudah tanda tangan, maka mesin “langka” itu, sudah dianggap sesuai spesifikasi.

“Saya menjadi Plt mulai Oktober sampai Desember 2008. Memang pada waktu itu saya tahu pengadaan mesin teknologi tepat guna tersebut. Secara otomatis dan melekat, saya selaku KPA. Cuma pada jaman saya, nilainya cuma Rp.420 juta. Barangnya juga dibelikan oleh pemenang lelang, pemeriksa barang juga sudah tanda tangan. Saya anggap pada jaman saya, tidak ada masalah”, ujarnya lagi.

Kejaksaan Negeri Madiun, tengah melakukan penyidikan kasus Tipikor di Diskopperindag dengan  tersangka, mantan Kabid Perindustrian, Farid, serta Daryono, selaku pemenang lelang.

Perkara yang ditangani kejaksaan ini, masalah pengadaan mesin pencetak batu bata, pemotong porang serta pencetak gula merah senilai Rp.1 miliar lebih. Pengadaan alat alat tersebut dilakukan dalam kurun waktu mulai tahun 2008-2011. Sedangkan indikasi tindak pidana korupsi masalah ini, terletak pada mark-up harga barang, serta pengadaan fiktif.

Bambang Hermanto, dijadwalkan diperiksa Kamis (2/2). Kapasistas dia sebagai saksi dengan tersangka Farid dan Daryono. Surat panggilan dari kejaksaan, telah diterima hari ini (Selasa, 31/1). (gus uki/elpos).

Anda peduli kelangsungan hidup website ini?

Kirim dukungan biaya operasional ke BCA Madiun Rek No 1770014251

About lawupos

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>