
Ilustrasi kegiatan siswi SMP
lawupos.net: Data anggaran proyek bernilai ratusan juta kok bisa gak valid ya? Dan ini benar terjadi pada anggaran proyek bantuan dekonsentrasi dari Pemprov Jawa Timur untuk sejumlah sekolah di Kota Madiun.
Data di Adbang dan Aset Pemkot setempat seperti dikutip Komisi III DPRD menyebut, SMP 12 mendapat bantuan rehab proyek itu senilai Rp 165 juta.” Data dari Adbang sudah kami minta satu bulan lalu,” ujar Eka Yogantara, anggota Komisi III kepada wartawan.
Wajar jika realisasi anggaran itu pula yang dipertanyakan wakil rakyat saat melakukan sidak ke SMP 12. Pihak sekolah yang didatangi wakil rakyat juga ikut-ikutan bingung saat mendapat pertanyaan seputar kegiatan rehabilitasi bangunan yang mencapai Rp165 juta.Lamidi,pejabat dari Dinas Pekerjaan Umum(DPU) kota yang ada di lokasi mengatakan,SMPN 12 masih tahap usulan rehab.Anggaran Rp165juta tidak ada.’Masih usulan kok,sekolah ini hanya mendapatkan dana dekonsentrasi Rp50juta untuk perbaikan gedung kesenian,’ujar Lamidi kepada anggota komisi III.
Menurutnya, pemkot mendapat bantuan dana dekonsentrasi dari Pemprov Jawa Timur Rp 300 juta. Aada dua sekolah yang mendapatkan.Yakni,SMPN 12 dan SMPN 14. Tapi, ditengah jalan ada perubahan aturan yang menyebut, setiap sekolah maksimal hanya menerima Rp 50juta. “Jadi, ada enam sekolah yang mendapatkan,salah satunya SMPN 12. Mungkin, adanya perubahan ini yang membuat data di dewan tidak cocok,” papar Lamidi.
Terpisah,Eka Yogantara,anggota komisi III di sela-sela sidak menyatakan,dewan menerima data dari Bagian Adbang dan Aset.Dari data itu disebutkan SMPN 12 melakukan kegiatan rehabilitasi dengan alokasi dana Rp165juta.”Data dari Adbang sudah kami minta satu bulan lalu.Kalau terjadi perbedaan di lapangan jelas kami nggak tahu,”ujarnya.
Dia menambahkan,dalam waktu dekat Komisi III bakal melakukan kroscek data di bagian adbang dan aset.Dan, meminta data yang valid.’Kami menjalankan fungsi pengawasan,data ini cukup membantu.Tentunya,dewan berharap semua dana yang sudah dialokasikan bisa terserap dengan baik,’ tegasnya. Nah, kalau begini, sebenarnya siapa yang keliru ya? Datanya atau pengutip data ya?(elpos)

No comments yet... Be the first to leave a reply!