
Ilustrasi
MAGETAN-lawupos.net:Seorang perangkat desa di Magetan, Jawa Timur, sering absen lantaran malu. Kulit lelaki ini gatal dan bersisik. Berbagai usaha pengobatan telah dilakukan, hingga harta bendanya ludes. Namun, penyakit anehnya tak kunjung sembuh.
Hariyadi, warga dukuh ndarangan Desa Cempoko, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan terpaksa harus tinggal di rumah mertuanya. Sebab, rumahnya kosong lantaran istrinya meninggal sejak 5 tahun yang lalu.
Hampir setiap hari, bapak 2 anak ini hanya terbaring di lantai beralasan kasur kusam. Sekujur tubuhnya terasa gatal dan panas. Beruntung mertuanya Ny Pariyem, masih mau menerima dan menjaganya.
Menurut Hariyadi, penyakitnya ini timbul sejak 2 tahun lalu. Bermula dari bercak putih dan gatal di tangan. Lama kelamaan bercak putih tersebut merata hingga ke sekujur tubuh.
Berbagai upaya pengobatan telah dilakukan. Tidak hanya di rumah sakit yang ada di Magetan dan Madiun saja. Dia juga sudah pernah berobat hingga ke rumah sakit di Yogyakarta. Namun sampai saat ini dokter belum bisa mendiagnosanya.
dr.Nurhayati Triasih, dokter Puskesmas setempat mendiagnosa. Kemungkinan besar penyakit yang diderita Hariyadi itu psoriasis. “Psoriasi itu penyakit yang berasal dari dalam tubuh sendiri. Biasanya faktor genitik, gejala muncul bercak- bercak, sisik, mengelupas di sekitar tangan, siku, lutut, dan pantat. Pemicu, trauma, stress emosional, pikiran berat, pemakaian obat-obatan,” katanya.
Meski demikian, Hariyadi tak putus asa. Setiap ada waktu dia selalu mendatangi puskesmas setempat untuk memeriksakan penyakitnya. Di hati kecilnya, dia masih berharap penyakitnya bisa sembuh dan kembali bekerja untuk ke 2 buah hatinya.(elpos)

No comments yet... Be the first to leave a reply!