lawupos.net:Pemilu Irak berdarah, setelah Serangan-serangan bom, mortir dan roket merenggut 38 jiwa dan mencederai 110 orang, Minggu (7/3).
Kementerian dalam Negri Irak mengabarkan, serangan yang dilancarkan ketika rakyat Irak memberikan suara dalam Pemilu, dilakukan oleh Al-Qaeda, seperti dilansir AFP, Minggu (7/3).
Dalam insiden paling mematikan, 25 orang tewas ketika sebuah roket Katyusha menghancurkan sebuah bangunan penduduk di daerah utara ibukota Irak tersebut.
Sebanyak 110 orang cedera dalam serangan-serangan itu, yang dilakukan meski 200.000 polisi dan tentara ditempatkan di Baghdad dan ratusan ribu lagi di penjuru-penjuru lain Irak.
Sementara itu, jutaan orang Irak tetap memberanikan diri berdatangan ke tempat-tempat pemungutan suara untuk memberikan pilihan mereka dalam pemilu itu, yang dipandang sebagai ujian bagi demokrasi muda negara yang dilanda perang itu.
“Kami tidak penduli dengan bom. Rakyat akan memberikan suara,” kata Abbas Hussein yang menunjukkan jarinya berbekas tinta ungu, menandakan bahwa ia telah memberikan suara di distrik Sunni-nya di Baghdad.
Presiden AS Barack Obama menghormati “keberanian” penduduk Irak yang “mengabaikan ancaman demi memajukan demokrasi mereka” dengan memberikan suara.
“Saya menghormati jutaan orang Irak yang tidak gentar dengan aksi kekerasan, dan yang melaksanakan hak suara mereka hari ini,” kata Obama dalam reaksi pertamanya atas pemilu Irak itu.
Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki mengatakan, serangan-serangan itu hanya kegaduhan yang menggertak pemilih. “Namun orang Irak adalah rakyat yang menyukai tantangan dan anda akan melihat bahwa hal ini tidak akan merusak semangat mereka,” kata al-Maliki.
Kekerasan dan intimidasi memang telah meningkat dalam pekan-pekan menjelang pemilihan parlemen Irak pada 7 Maret, pemilu yang kedua sejak Saddam Hussein digulingkan dari kekuasaan oleh invasi pimpinan AS pada 2003.
Penculikan dan serangan-serangan mematikan beberapa waktu terakhir ini menggarisbawahi rapuhnya keamanan di Irak menjelang pemilu tesebut.(nonblok.com)

No comments yet... Be the first to leave a reply!