Bom Bunuh Diri Kembali Menyeruak Irak

Bom Bunuh Diri di Irak (ist)
lawupos.net:Tiga serangan bom bunuh diri di kota Irak, Baquba, menewaskan sedikitnya 31 orang dan melukai puluhan lain.Dua ledakan terjadi dalam selang beberapa menit di dekat pos pemeriksaan polisi di kota yang berada 60 km di utara ibu kota Irak, Baghdad.
Ledakan ketiga terjadi tak lama kemudian dengan sasaran rumah sakit utama Baquba.
Serangan terjadi hanya beberapa hari menjelang pemilihan parlemen nasional. Pemilihan ini merupakan yang kedua sejak Saddam Hussein digulingkan pada tahun 2003.
Serangan pertama terjadi sekitar pukul 0930 waktu setempat (1330 WIB), ketika pelaku bom bunuh diri menjalankan mobilnya dan memicu bahan peledak di sebuah pos pemeriksaan.
Pelaku serangan bom bunuh diri kedua menyerang beberapa saat kemudian di persimpangan jalan tak jauh dari lokasi ledakan pertama.
Ketegangan sektarian
Serangan terjadi di tengah ketengan sektarian yang menguat menjelang pemilihan parlemen hari Minggu. Ada kekhawatiran Irak mungkin kembali terjerumus ke dalam tindak kekerasan sektarian.
Baquba menjadi tempat pertempuran sporadis antara orang-orang militan berhaluan Islam dan pasukan Irak yang didukung Amerika, lapor wartawan BBC Gabriel Gatehouse di Baghdad.
Polisi dan tentara Irak melancarkan operasi nasional dalam skala besar dengan mengerahkan ratusan ribu personel. Mereka mencoba mencegah serangan semacam ini menjelang pemberian suara untuk memilih anggota parlemen, tambah wartawan BBC.
Unjuk rasa yang diwarnai kemarahan oleh kelompok Sunni dan Syiah menjelang pemilihan. Kelompok-kelompok Sunni mengeluhkan mereka menjadi korban diskriminasi.
Partai-partai Syiah bersikukuh menyatakan orang-orang pendukung Partai Baath harus disingkirkan dan menyuarakan kekhawatiran atas kebijakan yang mereka pandang campur tangan dalam proses pemilihan.
Baathisme adalah bentuk nasionalisme Arab sekuler dan pernah menjadi ideologi yang dianut Saddam Hussein ketika dia berkuasa.
Meski minoritas, warga Muslim Sunni memiliki posisi dominan di bawah kekuasaan Saddam Hussein, tapi sejak mereka merasa dipinggirkan di bawah pemerintahan pasca-Saddam yang dipimpin oleh kubu Syiah.(ist)
Filed Under: Politik
