lawupos.net:Isu tsunami pasca gempa Chile dan dampak cuaca buruk di Samodra Hindia, memaksa kapal tongkang bermuatan batu bara dari Banjarmasin Kalimantan, tujuan PLTU Cilacap, Jawa Tengah, sandar darurat di Teluk Pantai Teleng Ria Pacitan. Nahkoda Abdul Rozak mengatakan, aktivitas itu dilakukan karena kapal tongkang Trans Power 241, tak kuat menahan arus di perairan laut selatan.Menurut dia, Kapal Tongkang Trans Power 241 menarik muatan batu bara seberat 7908 metrik ton ini. Kuatnya hantaman arus dan ombak di perairan laut selatan, mengakibatkan kapal mengalami kerusakan mesin dibagian kiri. “Arus dari barat sangat kuat. Kalau dipaksakan mesin kapal bisa jebol. Terpaksa kami sandar daurat,” ujar Abdul Rozak.
Kapal berangkat dari Banjarmasin menuju PLTU Cilacap melalui Selat Bali. Ketika memasuki perairan laut selatan, arus gelombang laut dari arah barat sangat kuat. ampaknya, mesin di lambung kiri kapal rusak dan kecepatan kapal semakin lama semakin menurun.
Untuk menghindari kian parahnya kerusakan mesin kapal, nahkoda memutuskan untuk bersandar di Teluk Pantai Teleng Ria Pacitan. Hingga Senin hari ini, kapal tongkang yang berawak 10 orang, masih berada di Teluk Pantai Teleng Ria.
Dijadwalkan kapal akan melanjutkan perjalanannya, setelah perbaikan mesin sambil menunggu bantuan kapal baru dari Kalimantan.(elpos)

Nggak ada hubungannya gempa dan tsunami Chile….ya