You are currently browsing comments. If you would like to return to the full story, you can read the full entry here: “SH Terate Kukuhkan Nawa Pandita”.
You are currently browsing comments. If you would like to return to the full story, you can read the full entry here: “SH Terate Kukuhkan Nawa Pandita”.
APA BEDANYA? Terus apa perbedaannya dngan struktur organisasi SHT yang dulu dengan yang ini (“Nawa Pandita”)??
Smoga PSHT tetap jaya!
Kapan ada pandita yang mewakili TIMUR-TENGAH-BARAT ato wilayah2 spt papua-sulawesi-kalimatan-dll..
Syukurlah. Paling tidak sudah ada pemimpin defintif organisasi. ndak enaklah yau klo jaman sakini mencanangkan “organisasi” kok hanya SATU pemimpinnya. klo jaman dulu NAWA AKSARA itu pidato Bung Karno didepan SIDANG MPR(S) untuk pembelaan diri menghadapi TUDUHAN/HUJATAN PENYELEWENGAN, lha klo NAWA PANDITO itu mirip susunan WALI-SANGA, yg jadi SESEPUH sunan Ampel yg memang pertama/paling sepuh mengembangkan agama islam. Cuman istilah Pandito itu…… ndak pas/sesuai dengan faham nJAWA, dan istilah dalam SHTERATE.Wassayang
psht slslu jaya
Salam Persaudraan.Mga Sh Terate sllu jya n abadi slma lmx
Yang penting itu bukan nama teori tetapi praktek, bagaimana seorang warga bisa memayu hayuning pribadi, rahayuning rt, rahayuning rw, rahayuning desa,kec.kab, saha nusantara sehingga bisa menjadikan rahayu ning bawana secara nyata.
Apapun itu namanya bagi saya tdk penting yang jelas harus benar2 bisa dipertanggung jawabkan ILMU SH nya krn memakai nama Pandita itu harus benar mendito hati – pikir nya artinya cipta,rasa nya benar2 menep tidak memikir ke DUNIAWI an tapi untuk umat, yakni bisa ngomongi,nglakoni ngawaki dalm kehidupan krena semua ini ada tanggung jawabnya kepada sang Pencipta.
TIADA YANG SETIA SESETIA SETIA HATI TERATE