MADIUN-Jumlah Rumah Tangga Miskin (RTM) di Kota Madiun yang kehilangan hak untuk mendapatkan Kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat Daerah (Jamkesmasda) bertambah. Penelusuran lawupos.net, ratusan warga miskin tidak memperoleh Jamkesmasda.
Di Kelurahan/Kecamatan Taman, misalnya, terdapat 320 warga miskin. Kelurahan Pandean (Taman) 57 warga miskin kehilangan mendapatkan Kartu Jamkesmasda. Namun, di Kelurahan Demangan (Taman), justru mendapat tambahan 402 jiwa, berita sebelumnya di Kelurahan Josenan (Taman) 300 lebih warga miskin terhapus..
“Kami hanya menerima kartu saja, soal usulan dari RT dan ada tim survey,” ujar Kepala Kelurahan Taman Soemarmo singkat.
Data menyebutkan Kelurahan Taman 2011 lalu mendapatkan sebanyak 1.540 jiwa penerima Kartu Jamkesmasda, lalu tahun 2012 turun menjadi 1.220 jiwa penerima. Kelurahan Pandean 2011 mencapai 1.760 penerima dan 2012 turun jadi 1.703.
“Jika menyimak temuan itu, saya yakini jumlah warga miskin kehilangan hak mendapat Kartu Jamkesmasda bisa mencapai ribuan hingga puluhan ribu. Ini aneh dan saya menduga sepertinya itu disengaja karena ada pesanan dari kepala daerah (Walikota),” ujar Ketua LSM Abimantrana Herutomo, Sabtu (21/1).
Herutomo mensinyalir, itu sebagai bentuk pencitraan kepada pemerintah di atasnya dari propinsi hingga pusat. Image yang dibidik angka kemiskinan di Kota Madiun mengalami penurunan. “Atas kejadian itu, maka program Jamkesmasda perlu ditinjau ulang dan lakukan survey secara akurat,” tandasnya.
Ia merasakan keheranan dengan solusi diberikan Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, bagi warga miskin tidak mendapatkan Kartu Jamkesmasda diganti Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Kenyataan dialami warga miskin dalam mengurus SKTM penuh lika-liku dan prosedur berbelit-belit, sehingga menimbulkan antipati.
Menurutnya antipati,terhadap SKTM sebagai bentuk kewajaran, begitu juga perasaan iri dengan penerima Kartu Jamkesmasda. “Cukup dengan menunjuk Kartu Jamkesmasda warga miskin sakit langsung tertangani, lain urusan memakai SKTM prosedur ditempuh rumit sehingga menambah kejengkelan warga miskin,” ujarnya. (gus uki/elpos)


No comments yet... Be the first to leave a reply!