
Ilustrasi (ist)
MAGETAN-lawupos,net:Ini modus penipuan baru yang terbilang unik. Berkedok wong sakti, perhiasan ditukar doa dan kerikil.
Kasus ini menimpa Tukinem, warga Bungkuk, Parang, Kabupaten Magetan. Ia jadi korban penipuan dua orang mengaku pasutri dari Jombang. Akibatnya, nenek 60 tahun itu musti kehilangan perhiasan senilai Rp 4 jutaan.
Ceritanya, saat mau belanja ke Pasar Parang, ia didekati dua orang laki-perempuan yang ngaku suami istri dari Jombang. Pelaku mengaku wong sekti yang doanya kinabul. Tak hanya itu, kedua orang ini juga ngaku masih kerabat Gus Dur.
Awalnya Tukinem tidak begitu tertarik. Tapi pelaku yang perempuan terus mendesak agar nenek minta doa ke pelaku pria. Dan, terjadilah. Nenek Tukinem sepakat. Bahkan, ketika pelaku minta perhiasannya dilepas sebagai syarat agar doanya dikabulkan, nenek manut saja.
Sesuai kesepakatan, perhiasan itu kemudian dibungkus kain dan kembali diserahkan ke Tukinem. Setelah proses dia usai, nenek diminta pulang dan bungkusan perhiasannya musti dibuka di rumah.
Celakanya, sesampai di rumah, begitu bunghkusan kain itu dibuka, isinya bukan perhiasan miliknya. Tapi kerikil.Tukinem pun kaget dan nyaris pinsan. (elpos)

No comments yet... Be the first to leave a reply!