Home » Hukum & Kriminal » Makam Korban Dukun Berantai di Pacitan Dibongkar

PACITAN-lawupos.net: Kasus pembunuhan dukun berantai yang diduga dilakukan Yulianto, warga Kabupaten Sukoharjo diungkap. Polisi membongkar makam Siti Rusmini, warga Desa Widoro, Donorojo, Kabupaten Pacitan. Korban diduga salah satu korbannya.

Puluhan warga berdesakan ingin menyaksikan proses pembongkaran makam korban. Polisi memasang garis batas untuk membatasi warga yang berusaha merangsek ke dekat lokasi pembongkaran.

Siti diketahui keluarganya meninggal karena serangan jantung saat jadi pembantu di Solo, 7 tahun silam.

Pihak keluarga saat itu memang tidak menaruh curiga saat jenazah datang. Terlebih ada larangan untuk membuka peti mati.

“Saat itu jenazah tidak boleh dibuka. Ya langsung kami makamkan,” ujar Spaiman, Kakak korban.

Mamun beberapa hari silam keluarga kedatangan polisi dari Sukoharjo. Petugas membawa informasi jika Siti merupakan salah satukorban dukun itu dan akan ada upaya pembongkaran makam.Sebab, almarhumah diduga korban yang keenam.

Kasat Reskrim Polres Sukoharjo kepada wartawan menuturkan, korban tewas bukan karena sakit jantung. Tapi dicekik dukun cabul itu. Ceritanya, korban terlibat asmara dengan si dukun. Saat diminta pertanggungjawaban, malah nyawa korban dihabisi. Pengakuan tersangka, korban dibunuh dengan cara dicekik setelah sebelumnya dicekoki kecubung.

Informasi yangberhasil dihimpun, korban lain dukun maut ini Sri Rusmini ada korban keenam. Korban lain yang berhasil diungkap adalah Kopda Santoso, anggota Kopassus, Grup 2 Kandang Menjangan, Sugiyo dan Siti Aminah, warga Sraten, Pucangan Kartasura, dan Suhardi warga Topesan, Gumpang, Kartasura.

Praktik dukun Yulianto di Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, terkuak. Di rumahnya, polisi menemukan jenazah bekas pasiennya yang dikubur di halaman belakang, baru-baru ini. Seorang di antaranya adalah anggota Kopassus Kopda Santosa, Terungkap kasus pembunuhan Santosa berawal dari kecurigaan sejumlah anggota Kopassus. Sebab, sudah sepekan terakhir, Santosa tak terlihat batang hidungnya. Informasi menyebutkan bahwa Santosa pergi berobat ke rumah Yulianto yang oleh warga sekitar memang dikenal sebagai dukun.

Setibanya di rumah Yulianto, anggota Kopassus dan warga menemukan Santosa sudah menjadi mayat. Jenazahnya dimakamkan di halaman belakang rumah. Belakangan terungkap bahwa Santosa tewas akibat benda keras yang menyangkut di leher. Kuat dugaan, korban tewas akibat makanan atau obat yang diberikan
Yulianto.

Penemuan ini dilaporkan polisi. Setelah menggali, polisi kembali menemukan tulang manusia yang diduga juga menjadi korban Yulianto.

Wakil Kepala Polres Sukoharjo Endra Setiawan mengatakan, untuk memastikan identitas korban, polisi kemudian membawa kerangka itu ke Ruang Forensik RSUD Muwardi Solo, Jateng. (elpos)

Tampilkan Berita ini di Facebook Anda

No comments yet... Be the first to leave a reply!