Home » Hukum & Kriminal » Situasi Boul Berangsur Pulih
300 personel Polisi dikerahkan ke Boul. (ist)

300 personel Polisi dikerahkan ke Boul. (ist)

lawupos.net:Situasi keamanan Kabupaten Buol, Provinsi Sulawesi Tengah, Kamis siang, dilaporkan berangsur-angsur pulih.

BBC memberitakan, sebagian warga yang sempat marah pada Rabu malam, tidak terlihat lagi melakukan pengrusakan terhadap fasilitas milik polisi setempat.

“Situasi keamanan kota Buol mulai kondusif siang ini,” kata Wakil Ketua DPR Kabupaten Buol Marwan Dahlan kepada BBC Indonesia, saat dihubungi melalui telepon dari Jakarta, hari Kamis siang.

Namun aparat kepolisian dan keluarganya tetap diimbau tidak keluar rumah, menyusul penyisiran yang dilakukan warga yang masih marah pada Rabu malam.

“Polisi yang tinggal di luar dihimbau agar segera merapat ke asrama, agar tidak jadi sasaran sweeping,” kata Kepala Bidang Penerangan Umum Mabes Polri, Kombes Marwoto Soeto di Jakarta, Kamis.

Sebagian warga sipil juga dilaporkan memilih tinggal di dalam rumah.

“Saya masih takut keluar rumah,” ungkap Ibu Sartika, warga Kota Buol, saat dihubungi BBC melalui pesawat telepon, Kamis siang.
Penyisiran polisi

Pada hari Rabu malam, laporan-laporan menyebutkan situasi Kota Buol “terlihat makin kacau”.

Sejumlah laporan menyebutkan warga — yang masih marah terhadap tewasnya sedikitnya 6 orang warga sipil — terlihat “makin beringas” mencari polisi bersama keluarganya di kota Buol.

Sebuah media terbitan Jakarta yang menghubungi seorang wartawan lokal menyebutkan “di setiap sudut jalan Kota Buol warga membakar sepeda motor milik polisi”.

“Mereka juga membakar ban-ban di sepanjang jalan. Tidak hanya itu warga membakar pos polisi pelabuhan Buol. Warga memblokir jalan masuk dan keluar Kota Buol,” kata jurnalis itu, seperti dilaporkan media tersebut.

Bahkan menurut Kepala Kepolisian Resor Buol, Ajun Komisaris Besar Amin Litarso, yang dikutip sebuah media, membenarkan bahwa rumah Wakil Kepala Kepolisian Resor “dijarah massa”.

Mereka mengambil barang-barang milik Wakapolres. “Isi rumah diacak-acak, barang-barang milik Wakapolres ada yang dihancurkan,” katanya.
Wakapolri gelar rapat

Wakil Kepala Polri Komjen Pol Yusuf Manggabarani yang ditunjuk sebagai ketua tim investigasi dari Mabes Polri, hari ini bertemu semua pejabat terkait kota tersebut.

Mereka membahas situasi terakhir keamanan Buol serta mencari informasi latar belakang insiden bentrokan antara aparat kepolisian dan warga setempat, yang menewaskan sedikitnya 6 orang.

Sementara, tim investigasi yang dibentuk Komnas HAM mulai Kamis hari ini mencari keterangan dari keluarga korban yang tewas di tahanan Polsek setempat.

“Mudah-mudahan satu pekan ke depan, laporan investigasi ini selesai,” ungkap Dedy Askari, Ketua Perwakilan Komnas HAM di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Peristiwa tewasnya tahanan inilah yang kemudian menyulut kemarahan warga, dengan mendatangi kantor polsek tersebut, hari Selasa malam.

“Pelaku pembunuhan kerabat saya itu harus diungkap,” kata Hasan, kerabat tahanan yang tewas di tahanan polsek setempat.

Polisi sejak awal mengklaim bahwan tahanan ini meninggal akibat bunuh diri.

Tetapi warga menolak keterangan polisi ini, dan mendatangi kantor Polsek itu dengan bersenjatakan senjata tajam dan bom molotov.

Penyerangan ini kemudian berubah menjadi bentrokan terbuka, ketika polisi membalasnya dengan tembakan.

Laporan resmi menyebutkan setidaknya 6 orang tewas dari pihak sipil, dan 19 anggota polisi mengalami luka-luka.

Komnas HAM sendiri menyayangkan insiden ini, yang seharusnya tidak perlu terjadi apabila polisi sejak awal melakukan upaya persuasif.

Kepolisian menambah aparat kepolisian sampai 300 personel untuk menjaga dan memantau situasi di Kabupaten Buol.

Tampilkan Berita ini di Facebook Anda
Tags:

No comments yet... Be the first to leave a reply!