Home » Hukum & Kriminal » Tak Seharusnya BAF Madiun Main Hakim Sendiri

You are currently browsing comments. If you would like to return to the full story, you can read the full entry here: “Tak Seharusnya BAF Madiun Main Hakim Sendiri”.

Tags:

13 Responses to “Tak Seharusnya BAF Madiun Main Hakim Sendiri”

  1. joko sundang, YABPEKNAS Propinsi Jateng Wednesday, 01 September 2010

    kepada semua konsumen, apabila menemukan kasus seperti tersebut di atas, jangan takut menghadapi mereka (eksekutor/eksternal, ini negara hukum, gak ada yang kebal hukum…….langkah awal jangan mau menandatangani berkas penarikan, langkah kedua motor diberikan asal mereka meninggalkan foto kopi KTP, untuk selanjutnya laporkan kepada yang berwajib, masuk ke pasal perampasan dan perbuatan tidak menyenangkan, sebab yang berhak merampas unit ranmor adalah polisi…..saya dukung langkah bung Wawan….salam kenal.

  2. saya setuju ndak mbayar/ngutang…. sepeda motor di tarik. kan dulu waktu amprah kan sudah tanda tangan kontrak masalah itu.

  3. Kalo semua orang ngutang terus ga mau bayar sampe nunggak 1,2,3 s/d 10 bulan dst, di diemin dan ga diambil unitnya, perusahaan bisa gulung tikar bung. Yang nunggak berbulan-bulan itu pasti udah di ingatkan oleh petugas tapi tetap aja ga mau ngangsur, apa hal itu juga benar? Jangan cuman nyari benarnya konsumen bos. Konsumen minta dilindungi tapi tak menyelesaikan tanggung jawabnya? Adilkah itu??? Perusahaan itu juga punya berpuluh bahkan beratus karyawan yang menghidupi keluarganya, kalo mereka sampai kena PHK karena perusahaannya bangkrut siapa yang nanggung keluarga?
    Sudah enak dikasih fasilitas kredit make motor dulu tapi ga mau ngangsur. Yang aparat make kekuasaannya buat alibi sesuka hati… Dimana Moral Bangsa ini??? Yang namanya Utang mesti bayar bos.. Kalo ga di dunia ntar di akherat juga di tagih..

  4. LEMBAGA PERLINDUNGAN KONSUMEN ( LPK) MADIUN Tuesday, 07 September 2010

    Sebenarnya kejadian itu tdk perlu terjadi apabila dr pihak Finance dan konsumen faham serta tahu tentang UU No 8 thn 1999 tentang perlindungan konsumen, karna pada prinsipnya yg mempunyai wewenang eksekusi dinegeri ini adalah aparat penegak hukum atas dasar ketetapan putusan pengadilan bukan colector ataupun sejenisnya krn kami yakin dasar hukum yg diterapkan oleh collector hanyalah pasal geregetan dan Undang2 hukum rimba .

  5. joko sundang, YABPEKNAS Propinsi Jateng Tuesday, 07 September 2010

    Saya se7 banget dengan statement LPK Madiun,…..betul sekali dalam UU No.8 thn 1999, tentang Perlindungan Konsumen, disana ada Hak dan Kewajiban Pelaku Usaha sekaligus Hak dan Kewajiban Konsumen…disamping itu untuk pelaku usaha leasing ranmor R2, perlu juga tuuh pelajari UU Fidusia,…dan yang terpenting KOLEKTOR,EKSEKUTOR,maupun EKSTERNAL,…jangan arogan ketika menghadapi nasabah,bisa-bisa digebugi wong sekampung
    baru tau rasa,….yang kooperatif, senyum, sopan, saya yakin nasabah akan segan dan justru akan lebih memikirkan..
    untuk berusa melunasi tunggakannya..

  6. Hajar terus bung Wawan, LPK KOMNAS PK-PU INDONESIA Mendukung berantas Premanisme (merampas kendaraan kredit tanpa prosedur) Lakukan Clas Action (Hak LPKSM) kami sedang melakukan Cegah tangkal Menggugat Para Pelaku usaha Nakal yang tidak patuh pada aturan dan perundang-undangan yang berlaku, silahkan ketik di Google : MAJALAH GUGATAN KONSUMEN, Selamat berjuang saudaraku, Lanjutkan…!!!

    Ansory

  7. Itu berarti karakter ybs yg bermasalah, mau pake fasilitas tapi g ingat dengan kewajiban nya sebagai nasabah BAF. Wah bagi BAF hati2 deh dengan orang yg punya karakter bermasalah, berani kredit berarti berani bertanggung jawab dan tahu resiko nya bagaimana

  8. WAHAI SAUDARAKU DISELURUH INDONESIA, KAMI SEDANG MENGUJI UNDANG-UNDANG NO. 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN KHUSUSNYA PELANGGARAN LARANGAN PASAL 18(1)SEKALIGUS MENGUJI APAKAH MAJELIS HAKIM DI INDONESIA BISA MENERAPKAN APA YANG DIMAKSUD UUPK DAN SANGSINYA, BAGI PARA PENGAMAT DAPAT DIJADIKAN BAHAN EKSAMINASI KALAU HAKIMNYA TIDAK MEMIHAK PADA RAKYAT DAN UNDANG-UNDANG PK.
    MOHON DOA DAN DUKUNGAN AGAR KETENANGAN MASYARAKAT YANG HAMPIR SIRNA, KEMBALI DAPAT DINIKMATI, SALAM…………..

    ANSORY

  9. munculnya radikalisme dlm proses penyitaan hrs nya mempertimbngkan banyak hal terutama hak-hak konsumen bijaksana donk man……….maju terus mz wawan kami dukung anda

  10. buat mas wawan………
    sekarang anda di LPKSM, juga sebagai pimpinan…..saya percaya anda berpendidikan dan mungkin juga lebih pintar dari konsumen2 yg nungggak angsuranya. apa alasanya konsumen nunggak angsuran lebih dari 6 bln????

    orang tua saya juga konsumen BAF, dan saya juga pernah baca perjanjianya…menurut saya ga ada pemaksaan sepihak, karena kita sebagai orang yg membutuhkan.

  11. hooo..alah…,pak LPK…pak LPK. wong salah kok di bela,opo maneh sampai telat 10bln.klau saya lihat akhir2 ini LPK merajalela di segala lini,memanfaatkan kepintaran ngomongnya untuk membela yang salah,memanfaatkan singkatan LPK sebagai beground,yang ujung ujungnya DU..WI…T, penghasilan kaya gitu gak awet mas.ndak bisa buat makan anak cucu.

  12. Salam kenal sebelum nya.saya cm mo komentar maslah di ats… ni dah da bukti….skrg para anggota yg mengatas namakan LPK koq tmbh nyuruh org bwt kridit n org tsb di ksih uang saku 1 jt tu gmn???lha wong skrg di kntor LPK ja bnyk ktp, kk, rek listrik bwt ngmbil mtor tu gmn mksd nya???jgn cm main UU ja to pak…lha wong anda jg udh bikin jelek (BLACK LIST) nama org yg anda pnjem bwt ambil motor kan???msl anak cucu org tsb bth mtor gmn???gara2 udh BLACK LIST Leasing??? dan anda2 jg udh untung dr pnjualan motor tnp BPKB kan???? tolong di renungkan dl makasih. sma udh da prjnjian sblm trjadi akad kridit.

  13. YABPEKNAS PROP.JATENG Monday, 29 August 2011

    wuaduuh makin seru aja neh perbincangan kita,…..sory sdr.tyo_aremania, anda mengatakan “anda2 jg udh untung dr penjualan motor tnp BPKB kan ????” perlu anda catat : ada beberapa eksternal yang kasih sampling bro,….mereka seenaknya aja ambil motor dan/atau menarik motor dengan berbagai upaya penarikan sampai dengan memalsu SKP dengan cara di scener, selanjutnya tidak mereka bawa ke leasing tetapi merek LENGEK (jual tanpa BPKB bahkan tanpa STNK),,,hehe bagaimana broooooo????? hal serupa di Kota Tegal aja udh ratusan ranmor R2.